JAKARTA – Sindikat narkoba internasional kini semakin masif memanfaatkan aset kripto untuk memuluskan transaksi haram di pasar gelap atau darknet guna menghindari deteksi otoritas keuangan konvensional secara global.
Praktik ini menunjukkan betapa rentannya inovasi teknologi finansial dieksploitasi oleh para bandar untuk menyembunyikan aliran uang haram dari radar pengawasan hukum yang ada saat ini.
Meski menawarkan anonimitas semu, sifat transparan dari buku besar blockchain sebenarnya menjadi kelemahan fatal yang dapat membongkar seluruh jaringan distribusi narkoba bagi aparat yang jeli.
Otoritas keamanan kini dituntut untuk lebih sigap dalam memantau pergerakan aset digital agar kemajuan teknologi tidak terus menjadi tempat berlindung yang aman bagi para pelaku kriminal.





