JAKARTA – Direktur Utama PAM Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada warga Jakarta atas kemacetan ekstrem yang dipicu oleh proyek pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.
Langkah ambisius untuk mengejar target cakupan layanan 100 persen pada tahun 2029 ini sayangnya dibayar mahal dengan pengabaian kenyamanan mobilitas publik akibat minimnya mitigasi dampak lalu lintas yang efektif.
Masyarakat kini dipaksa menanggung beban waktu dan biaya tambahan di jalan raya sementara otoritas terkait hanya bisa meminta kesabaran tanpa adanya solusi konkret untuk mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
Kritik tajam terus berdatangan karena koordinasi lintas instansi dinilai gagal mengantisipasi kesemrawutan ini, sehingga permohonan maaf dari jajaran direksi dianggap sekadar formalitas di tengah penderitaan pengguna jalan setiap harinya.





