JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana dalam rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Jakarta guna mengevaluasi sistem kesiapsiagaan nasional yang selama ini dinilai masih bersifat reaktif.
Beliau menegaskan bahwa setiap peristiwa bencana tidak boleh hanya ditanggapi dengan gerak cepat saat darurat, melainkan harus menjadi momentum krusial untuk memperbaiki kekurangan sistemis yang kerap berulang di lapangan.
Namun, instruksi ini memicu kritik mengenai sejauh mana pemerintah mampu mengalokasikan anggaran pencegahan yang memadai, mengingat selama ini koordinasi antarlembaga seringkali terhambat oleh ego sektoral dan birokrasi yang lamban.
Publik kini menanti apakah penekanan presiden ini akan benar-benar melahirkan strategi mitigasi yang tangguh atau hanya akan berakhir sebagai narasi rutin tanpa perubahan fundamental pada manajemen risiko bencana di Indonesia.





