JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/9/2026) guna memperkuat inklusi keuangan nasional melalui penyediaan rekening bagi seluruh warga negara Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa langkah ini bertujuan meningkatkan akses finansial, namun kebijakan tersebut menuai kritik karena dianggap terlalu fokus pada target administratif kepemilikan akun semata.
Penyediaan rekening secara masif tanpa dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan dan penguatan daya beli masyarakat dikhawatirkan hanya akan menciptakan fenomena “rekening tidur” yang tidak berdampak pada kesejahteraan riil.
Pemerintah perlu membuktikan bahwa program ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan langkah konkret yang menjamin keamanan data dan keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat di lapisan terbawah.





