BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai masa uji coba pengaturan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) selama enam hari ke depan di wilayah Balikpapan guna mengevaluasi efektivitas regulasi distribusi yang hingga kini statusnya belum bersifat final.
Langkah yang diambil di tengah ketidakpastian stok ini bertujuan untuk menguji apakah aturan pembatasan tersebut layak dipertahankan atau justru memerlukan perombakan total demi efisiensi di lapangan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meminta masyarakat untuk mematuhi surat edaran tersebut meskipun masa transisi yang hanya enam hari dianggap terlalu sempit untuk mengukur dampak psikologis dan ekonomi secara akurat.
Ketidakkonsistenan pemerintah dalam menetapkan regulasi permanen menunjukkan lemahnya mitigasi jangka panjang terhadap carut-marut antrean BBM yang hingga kini masih menjadi beban nyata bagi warga kota.




