PHILADELPHIA – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini secara agresif mempromosikan jaringan 25 stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang baru di-rebranding menjadi ‘Freedom Fuel’ di wilayah Philadelphia karena menjual bensin seharga $3,47 per galon.
Harga yang dipatok jauh di bawah rata-rata nasional ini memicu kecurigaan publik mengenai siapa sebenarnya aktor di balik pendanaan subsidi harga tersebut yang muncul secara mendadak di tengah memanasnya tensi politik.
Strategi penggunaan label ‘Freedom’ pada komoditas energi dinilai para kritikus sebagai taktik manipulatif untuk membangkitkan sentimen nasionalisme sekaligus memoles citra ekonomi Trump tanpa adanya transparansi kepemilikan bisnis yang jelas.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai keberlanjutan harga murah tersebut, yang dipandang bukan sebagai solusi ekonomi nyata melainkan sekadar alat propaganda kampanye untuk memikat pemilih di wilayah kunci Pennsylvania.



