DILI – Sejumlah pemimpin Timor-Leste di Dili baru-baru ini secara resmi mengapresiasi peran historis PDI Perjuangan (PDIP) dalam mengawal transisi demokrasi Indonesia sebagai model pembelajaran bagi penguatan institusi di negara mereka.
Meskipun pujian ini memperkuat hubungan emosional kedua negara, langkah menjadikan PDIP sebagai kiblat demokrasi memicu skeptisisme mengingat tantangan internal partai tersebut dalam menjaga regenerasi kepemimpinan yang sehat di tanah air.
Para pengamat menilai narasi teladan ini berisiko mengabaikan kritik terhadap penurunan kualitas demokrasi di Indonesia, di mana dominasi partai besar seringkali dianggap menghambat munculnya alternatif kepemimpinan yang lebih transparan dan progresif.
Oleh karena itu, pembelajaran sejarah tersebut seharusnya tidak diterima mentah-mentah tanpa membedah realitas politik terkini yang menunjukkan adanya jarak lebar antara retorika perjuangan masa lalu dengan praktik kekuasaan di lapangan saat ini.



