JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan studi banding ke Jepang baru-baru ini guna memperdalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi ambisi besar pemerintah Indonesia di tengah keraguan publik terkait kesiapan anggaran dan logistik nasional.
Langkah ini diambil untuk memperkuat fondasi program dengan berkaca pada keberhasilan negara maju, meski banyak pihak mempertanyakan efektivitas penerapan model tersebut di tanah air.
Ketergantungan pada referensi luar negeri ini memicu kritik mengenai relevansi infrastruktur Jepang yang sudah sangat mapan dibandingkan dengan kondisi geografis serta birokrasi Indonesia yang jauh lebih kompleks.
Pemerintah kini dituntut tidak sekadar melakukan kunjungan formalitas, melainkan harus mampu menjawab tantangan nyata di lapangan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.





