Mary Jane Veloso Bebas: Kritik Atas Diplomasi Reaktif Pemerintah Filipina

Mary Jane Veloso, mantan terpidana mati yang bebas setelah mendapatkan pengampunan dan pendampingan penuh dari pemerintah Filipina. (Foto: RSS)

MANILA – Terpidana mati kasus narkoba Mary Jane Veloso akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan resmi dari Presiden Filipina di Manila baru-baru ini sebagai hasil diplomasi panjang antara Jakarta dan Manila.

Keputusan tersebut mengakhiri penantian panjang Mary Jane yang telah mendekam bertahun-tahun di penjara Indonesia di bawah bayang-bayang eksekusi mati yang nyaris dilaksanakan pada 2015 silam.

Pemerintah Filipina kini menjanjikan pendampingan penuh kepada Mary Jane, namun langkah ini justru memicu kritik tajam mengenai pola perlindungan warga negara yang dinilai cenderung reaktif daripada preventif.

Intervensi yang baru membuahkan hasil setelah belasan tahun ini menunjukkan lemahnya sistem perlindungan awal bagi buruh migran yang kerap menjadi korban perdagangan manusia dan eksploitasi sindikat internasional.

Pembebasan ini tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kemenangan politik semata, melainkan menjadi tamparan bagi sistem hukum di Asia Tenggara yang seringkali mengkriminalisasi korban perdagangan manusia.

Pendampingan penuh dari Manila kini dituntut bukan sekadar pemulihan citra, melainkan jaminan bahwa tidak akan ada lagi warga miskin yang dikorbankan oleh ketidaktahuan hukum dan lemahnya pengawasan negara sejak dari hulu.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!