SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menjadwalkan perhelatan Mahakam Mask Carnival pada Minggu, 27 September 2026, di Samarinda sebagai puncak peringatan Hari Pariwisata Dunia yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Namun, pelaksanaan agenda besar ini memicu kritik tajam mengenai sejauh mana efektivitasnya dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara dibandingkan dengan besaran anggaran daerah yang dialokasikan.
Kegiatan yang diklaim sebagai motor penggerak ekonomi kreatif ini dikhawatirkan hanya menjadi ajang seremonial tahunan tanpa adanya strategi keberlanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku industri wisata lokal.
Publik menantikan apakah Sepekan Hari Pariwisata Dunia di Kaltim ini mampu memberikan transformasi nyata bagi infrastruktur wisata atau sekadar perayaan formalitas yang kehilangan esensi pengembangannya.





