SAMBOJA – Sebanyak 16 santri dari Gugus Depan Al-Arsyadi resmi dilepas oleh Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 2026 di Pondok Pesantren Al-Arsyadi, Samboja, pada Senin (21/9/2026).
Meskipun pelepasan ini diiringi pesan normatif tentang pentingnya menjaga kekompakan, beban representasi daerah pada pundak belasan santri ini memicu pertanyaan kritis mengenai sejauh mana efektivitas pendampingan teknis dan dukungan finansial yang diberikan pemerintah di luar acara seremonial.
Kontingen yang terbagi dalam regu putra dan putri tersebut dituntut menjunjung tinggi persaudaraan di ajang nasional, namun tuntutan moral ini sering kali tidak sebanding dengan transparansi evaluasi terhadap pengembangan kapasitas santri pasca-kegiatan dilakukan.
Keikutsertaan dalam PPSN 2026 semestinya tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan untuk menggugurkan kewajiban instansi, melainkan harus dibuktikan dengan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan kepramukaan di lingkungan pesantren Kalimantan Timur secara berkelanjutan.





