MOSKOW – Pengadilan di Moskow secara kontroversial menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara kepada wakil pemimpin Partai Yabloko, Maxim Kruglov (39), atas tuduhan menyebarkan informasi palsu terkait militer setelah ia melontarkan kritik keras terhadap perang Ukraina melalui media sosial.
Keputusan ini menjadi bukti nyata semakin brutalnya represi politik di bawah rezim saat ini yang secara sistematis memburu siapapun yang berani menyuarakan kebenaran di tengah invasi yang berkepanjangan.
Hukuman berat yang diterima Kruglov hanya karena sebuah unggahan digital menunjukkan ketakutan penguasa dalam menghadapi perbedaan pendapat serta upaya paksa untuk membungkam sisa-sisa oposisi yang masih bertahan di dalam negeri.
Vonis yang dianggap sebagai bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat ini memicu kecaman internasional dan mempertegas hilangnya ruang demokrasi serta hak asasi manusia di Rusia.

