RIYADH – Keluarga warga negara asing yang menjadi korban eksekusi mati di Riyadh, Arab Saudi, kini menanggung duka yang semakin berat akibat kebijakan pemerintah setempat yang menolak memulangkan jenazah kerabat mereka untuk dimakamkan secara layak.
Krisis kemanusiaan ini mencuat setelah data terbaru menempatkan Arab Saudi dalam jajaran tiga negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia sepanjang tahun terakhir.
Sangat ironis melihat fakta bahwa lebih dari 40 persen korban eksekusi merupakan warga negara asing yang hak-hak dasarnya, termasuk hak untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari keluarga, dirampas secara sepihak oleh otoritas.
Kebijakan tidak manusiawi ini menunjukkan kegagalan sistem hukum dalam menghormati martabat manusia dan terus menuai kritik tajam karena dianggap sebagai bentuk hukuman tambahan yang kejam bagi keluarga yang ditinggalkan.



