Polemik Pembatalan Diskusi Buku Memburu Muhammad: Ancaman Nyata Kebebasan Berekspresi

Ilustrasi buku dan pemberangusan hak berekspresi dalam polemik diskusi buku 'Memburu Muhammad'. (Foto: RSS)

JAKARTA – Pembatalan sepihak diskusi buku ‘Memburu Muhammad’ yang sedianya digelar di Jakarta baru-baru ini memicu gelombang kritik tajam karena dianggap secara paksa memberangus hak berekspresi dan ruang dialog intelektual warga sipil.

Insiden ini bukan sekadar persoalan teknis pembatalan acara, melainkan cermin nyata dari semakin rapuhnya jaminan kebebasan berpendapat di tengah tekanan kelompok tertentu yang memaksakan standar pemikiran tunggal.

Ketidakmampuan otoritas dalam melindungi ruang diskusi publik justru memperpanjang daftar hitam represi terhadap literatur, di mana gagasan kritis kini dianggap sebagai ancaman keamanan yang harus dibungkam alih-alih dijawab melalui diskursus yang sehat.

Fenomena pembungkaman ini menandai kemunduran serius bagi demokrasi Indonesia, yang seharusnya menjunjung tinggi hak warga negara untuk menggali perspektif berbeda tanpa bayang-bayang intimidasi atau sensor paksa.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!