SEMARANG – Kafilah Kalimantan Timur menunjukkan dominasi yang mencolok dengan meloloskan 37 peserta ke babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI di Semarang pada tahun 2026.
Keberhasilan ini mencakup 77,1 persen dari total 48 kategori yang diikuti, namun angka fantastis tersebut memicu pertanyaan kritis mengenai efektivitas jangka panjang dan pemerataan kualitas pembinaan di tingkat daerah.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, memang mengapresiasi kerja keras peserta di babak penyisihan, akan tetapi sorotan kini tertuju pada apakah prestasi ini benar-benar mencerminkan penguatan literasi Al-Qur’an masyarakat atau sekadar ambisi mengejar trofi juara umum.
Target besar di 24 golongan pada 8 cabang musabaqah ini jangan sampai mengaburkan substansi syiar Islam hanya demi memenuhi pencapaian statistik dan prestise di atas kertas semata.





