TRIPOLI – Bencana banjir bandang melanda wilayah Libya pada pekan ini akibat curah hujan yang sangat ekstrem, yang memicu pemadaman listrik total serta terputusnya pasokan air bersih bagi ribuan warga yang kini terjebak.
Krisis kemanusiaan ini semakin mempertegas rapuhnya infrastruktur dasar di Libya yang gagal mengantisipasi cuaca buruk meski peringatan dini seharusnya sudah menjadi prioritas pemerintah.
Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah memang telah memerintahkan respons darurat dan evakuasi cepat, namun langkah ini dinilai sangat terlambat bagi warga yang sudah telanjur kehilangan akses terhadap kebutuhan vital.
Ketidaksiapan sistem drainase dan lemahnya mitigasi bencana nasional kini menjadi sorotan tajam, mengingat masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan saat birokrasi terlambat bergerak.





