BRUSSEL – Presiden Dewan Eropa Antonio Costa secara resmi menyambut kesepakatan keamanan baru antara Amerika Serikat, Greenland, dan Denmark di Brussel guna memperkuat stabilitas kawasan Arktik dan pertahanan transatlantik.
Meskipun diklaim sebagai langkah positif bagi keamanan global, kesepakatan trilateral ini memicu kritik tajam mengenai potensi percepatan militerisasi di kutub utara yang selama ini dikenal sebagai zona damai.
Keterlibatan Washington yang semakin dominan di wilayah kedaulatan Denmark tersebut dipandang oleh para analis sebagai strategi provokatif untuk membendung pengaruh Rusia dan Tiongkok, namun berisiko menyeret kawasan tersebut ke dalam pusaran konflik kekuatan besar.
Costa menegaskan dukungan penuh Uni Eropa terhadap pakta ini, sementara sejumlah pihak mendesak adanya transparansi agar kerja sama pertahanan tersebut tidak berubah menjadi perlombaan senjata yang merusak ekosistem lingkungan yang rapuh.



