SAMARINDA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur secara resmi membuka pelatihan penguatan coding dan Artificial Intelligence (AI) di Samarinda bagi lingkungan madrasah serta pondok pesantren guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Langkah ini dimaksudkan untuk membekali santri dan siswa dengan kecakapan teknologi mutakhir tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter keagamaan.
Kendati demikian, implementasi kebijakan ini patut dikritisi mengingat masih lebarnya jurang digital dan keterbatasan fasilitas di banyak lembaga pendidikan Islam pelosok Kalimantan Timur.
Pemerintah perlu membuktikan bahwa dorongan penguasaan AI ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan didukung komitmen serius dalam pemerataan infrastruktur dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan.





