Prabowo Akui Investasi RnD Indonesia Rendah: Kritik Atas Minimnya Anggaran Riset

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pernyataan mengenai pentingnya peningkatan investasi di sektor riset dan pengembangan (RnD) untuk mendongkrak kualitas pendidikan Indonesia. (Foto: RSS)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui rendahnya realisasi investasi Research and Development (RnD) di Indonesia dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini sebagai langkah awal untuk menyoroti ketertinggalan kualitas pendidikan nasional.

Pengakuan ini memicu kritik tajam mengingat alokasi dana riset Indonesia selama bertahun-tahun hanya berkutat di bawah satu persen dari PDB, sebuah angka yang dinilai sangat memprihatinkan bagi negara yang berambisi menjadi kekuatan ekonomi global.

Meskipun Prabowo berjanji akan memperbaiki ekosistem tersebut, publik masih meragukan apakah komitmen ini akan diikuti dengan perombakan postur APBN yang nyata atau sekadar menjadi retorika politik tanpa dukungan dana yang memadai.

Tanpa adanya langkah konkret untuk memotong birokrasi riset dan meningkatkan insentif bagi peneliti, ambisi untuk menciptakan ekonomi berbasis pengetahuan akan terus terganjal oleh masalah klasik yang tidak kunjung terselesaikan.