JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) resmi memulai pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Tahun 2025 di Jakarta guna memastikan akuntabilitas pengelolaan dana investasi negara.
Langkah audit ini menjadi sorotan tajam lantaran Danantara mengelola aset strategis dalam jumlah masif yang sangat rentan terhadap risiko maladministrasi jika tidak diawasi dengan integritas tinggi.
Publik patut mempertanyakan apakah proses pemeriksaan ini mampu membongkar potensi inefisiensi serta tumpang tindih kepentingan dalam struktur investasi Danantara yang dinilai terlalu ambisius di tengah ketidakpastian ekonomi.
Keandalan hasil audit BPK nantinya akan menjadi tolok ukur utama apakah lembaga super holding ini benar-benar bekerja untuk kemakmuran rakyat atau justru menjadi beban fiskal baru akibat tata kelola yang tertutup.




