JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan program Agro Urban Madani di kawasan padat penduduk Jakarta guna menyulap lorong sempit menjadi lahan sayuran produktif bagi nasabah Mekaar demi menekan biaya belanja pangan mingguan.
Langkah yang diklaim sebagai solusi ketahanan pangan ini mengundang kritik terkait efektivitas jangka panjangnya, terutama mengenai kualitas hasil panen di lingkungan yang terpapar polusi tinggi serta minim sinar matahari.
Tanpa sistem pendampingan teknis yang berkelanjutan, transformasi ruang publik ini berisiko hanya menjadi proyek estetika sesaat yang membebani rutinitas harian nasabah tanpa memberikan profitabilitas ekonomi yang signifikan.
Publik kini menanti apakah inisiatif ini mampu menjadi model kemandirian finansial yang nyata atau sekadar strategi hubungan masyarakat untuk mempercantik citra korporasi di tengah himpitan ekonomi perkotaan.




