SAMBOJA – Sebanyak 16 santri dari Pondok Pesantren Al-Arsyadi Samboja yang tergabung dalam regu Al Kahfi dan Nazifa tengah menjalani persiapan intensif demi mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Namun, persiapan yang dimulai jauh sebelum hari H ini memicu catatan kritis mengenai beban mental dan fisik yang harus dipikul para santri di tengah rutinitas akademik pesantren yang sudah sangat padat.
Latihan kekompakan dan ketahanan fisik yang terus digenjot seharusnya tidak sekadar menjadi formalitas untuk mengejar prestasi, melainkan harus diimbangi dengan dukungan pendampingan psikologis agar santri tidak mengalami kejenuhan sebelum ajang nasional tersebut dimulai.
Keberhasilan delegasi Kaltim kini sangat bergantung pada sejauh mana efektivitas pola pembinaan dan kontribusi nyata pemerintah daerah dalam menjamin fasilitas latihan yang memadai bagi para duta pramuka santri ini.





