Kenaikan Harga LNG Ancam Daya Saing Industri dan Nasib Pekerja

Dampak kenaikan harga LNG terhadap sektor industri manufaktur dan nasib tenaga kerja nasional. (Foto: RSS)

JAKARTA – Sejumlah pelaku industri di Jakarta mulai menyuarakan kekhawatiran serius terkait lonjakan harga gas alam cair (LNG) yang dinilai tidak proporsional sejak awal pekan ini karena mengancam operasional bisnis serta kesejahteraan ribuan buruh.

Kenaikan harga ini mencerminkan kegagalan kebijakan energi dalam menjaga stabilitas beban biaya bagi sektor produktif nasional yang kian terhimpit oleh ketidakpastian pasar.

Tingginya biaya input energi secara langsung melemahkan daya saing produk lokal di pasar global dan menciptakan risiko nyata terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang tidak terhindarkan.

Pemerintah dituntut segera meninjau ulang struktur harga LNG secara objektif agar tidak mengorbankan keberlangsungan industri manufaktur dan nasib para pekerja demi kepentingan profit semata.