SAMARINDA – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan Program Lansia Berdaya (Sidaya) di Samarinda guna mendorong kemandirian dan produktivitas warga lanjut usia dalam lingkungan keluarga.
Inisiatif ini diklaim mampu menjaga kesehatan serta peran aktif lansia di tengah tantangan pergeseran demografi yang semakin nyata di wilayah Kalimantan Timur.
Namun, peluncuran program ini patut dikritisi karena seringkali upaya pemberdayaan lansia terjebak pada tataran sosialisasi normatif tanpa dukungan infrastruktur layanan publik yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah harus mampu membuktikan bahwa Sidaya memiliki indikator keberhasilan yang terukur, bukan sekadar menjadi program seremonial untuk memenuhi laporan kinerja tahunan.
Tanpa adanya sinergi lintas sektor yang kuat dan alokasi anggaran yang transparan, dikhawatirkan program ini akan kehilangan taringnya dalam menghadapi realitas ekonomi lansia yang semakin rentan di masa depan.





