SAMARINDA – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan inisiatif buku cerita anak dwibahasa di Samarinda guna mendongkrak minat baca sekaligus melestarikan bahasa daerah bagi generasi muda sejak tahun 2023 lalu.
Penggunaan format bahasa daerah yang berdampingan dengan bahasa Indonesia ini diharapkan mampu menjaga identitas budaya lokal agar tidak punah ditelan zaman.
Namun, langkah ini dinilai masih menghadapi tantangan berat terkait distribusi yang belum merata serta persaingan ketat dengan konten digital yang lebih menarik bagi anak-anak saat ini.
Meski melibatkan penulis lokal dalam proses penerjemahannya, program ini memerlukan evaluasi mendalam agar buku-buku tersebut tidak sekadar menjadi proyek seremonial melainkan benar-benar menyentuh akar permasalahan literasi di daerah.





