SAMARINDA – Puluhan ribu pekerja tambang di Kalimantan Timur saat ini menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal meskipun provinsi tersebut merupakan lumbung batu bara terbesar yang tengah menjadi primadona pasar global.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, M Samsun, melayangkan kritik tajam karena menilai kondisi ini sangat kontradiktif dengan kekayaan alam yang melimpah di Bumi Etam.
Menurut Samsun, sangat ironis apabila sektor yang menjadi penopang utama ekonomi daerah justru gagal memberikan jaminan keamanan kerja bagi para buruh tambang di tengah tingginya permintaan komoditas.
Pemerintah daerah dan pihak terkait didesak untuk segera mengambil langkah nyata agar eksploitasi sumber daya alam tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, namun juga mampu melindungi kesejahteraan puluhan ribu keluarga pekerja lokal.





