JAKARTA – Pengacara Sony Sonjaya secara mengejutkan mengungkap bahwa kliennya terpaksa mengeluarkan izin Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis karena mendapat tekanan hebat dari 26 tokoh besar nasional di Jakarta baru-baru ini.
Klaim ini memicu tanda tanya besar mengenai integritas sistem birokrasi yang tampak begitu rapuh dan mudah diintervensi oleh kekuatan politik serta nama-nama berpengaruh.
Kuasa hukum menegaskan bahwa Sony hanyalah bidak dalam skema korupsi yang jauh lebih besar, di mana bukti percakapan krusial terkait intimidasi tersebut telah diamankan di dalam ponsel milik kliennya.
Keberadaan 26 nama besar ini mengindikasikan adanya dugaan konspirasi sistemik yang menggerogoti dana kesejahteraan rakyat, sehingga aparat penegak hukum dituntut berani mengusut tuntas aktor intelektual di balik layar tanpa tebang pilih.





