JAKARTA – JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda di Jakarta untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lapangan kerja baru sebagai solusi atas dominasi sektor informal yang kini menyerap lebih dari 155 juta angkatan kerja nasional.
Langkah ini memicu kritik tajam karena pemerintah terkesan mengalihkan tanggung jawab penyediaan lapangan kerja formal yang stabil ke pundak anak muda di tengah iklim ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya beban berat yang harus dipikul generasi muda akibat belum optimalnya kebijakan ketenagakerjaan dalam mentransformasi sektor informal menjadi formal.
Afriansyah menegaskan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih rapuh karena didominasi oleh sektor non-formal yang minim perlindungan hukum.
Namun, alih-alih memperkuat regulasi untuk melindungi pekerja informal, narasi pemerintah justru lebih menekankan pada peningkatan kualitas individu secara mandiri.
Ketergantungan pada sektor informal ini mencerminkan kegagalan industrialisasi dalam menyerap tenaga kerja secara terstruktur dan berkelanjutan.
Desakan untuk berwirausaha di kalangan milenial dan Gen Z dianggap sebagai solusi instan tanpa dukungan infrastruktur kebijakan yang konkret.
Tanpa adanya kemudahan akses permodalan dan jaminan sosial yang kuat, ajakan menciptakan lapangan kerja baru hanya akan menambah panjang daftar pekerja rentan dengan upah rendah.
Pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi ekosistem industri nasional daripada sekadar memberikan tuntutan kemandirian kepada masyarakat tanpa jaminan masa depan yang jelas.





