BEKASI – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya memacu penyiapan tenaga kerja kompeten di sektor green jobs guna merespons lonjakan pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle) di Bekasi, Jawa Barat.
Langkah yang ditegaskan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain kunci dalam industri hijau global.
Namun, ambisi pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi hijau ini dihadapkan pada tantangan besar terkait kesenjangan standar kompetensi yang masih lebar.
Hingga kini, sinkronisasi antara kurikulum pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dengan kebutuhan riil industri kendaraan listrik yang dinamis dinilai masih perlu pembuktian lebih lanjut di lapangan.
Afriansyah Noor menekankan pentingnya respons cepat terhadap perubahan tren teknologi otomotif yang beralih drastis dari bahan bakar fosil ke energi bersih.
Akan tetapi, tanpa pengawasan ketat serta ketersediaan instruktur yang benar-benar ahli, program ini dikhawatirkan hanya menjadi upaya administratif tanpa dampak signifikan pada daya saing tenaga kerja lokal.





