DUBAI – Kapal perang Amerika Serikat dilaporkan berhasil menjatuhkan serangkaian rudal dan drone yang menargetkan kapal-kapal di bawah pengawalan mereka saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (23/1), sebuah insiden yang memicu kekhawatiran besar akan pecahnya konflik terbuka di kawasan tersebut.
Tindakan agresif yang mengancam jalur perdagangan internasional ini semakin diperparah dengan pernyataan resmi otoritas Uni Emirat Arab yang secara langsung menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan drone yang provokatif.
Eskalasi militer yang terus berlanjut ini menunjukkan kegagalan diplomasi yang fatal dan ketidakmampuan para aktor regional dalam menahan diri dari provokasi yang membahayakan stabilitas energi global.
Ketergantungan pada kekuatan militer tanpa solusi politik yang jelas hanya akan menyeret kawasan Teluk ke dalam pusaran perang berkepanjangan yang mengorbankan keamanan sipil dan ekonomi dunia.

