Kebijakan Plin-plan Trump: Misi Pengawalan Selat Dihentikan Hanya dalam Sehari

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak membatalkan misi pengawalan militer di kawasan Selat melalui unggahan di media sosial pada Selasa di Washington, sebuah langkah impulsif yang dinilai merusak kredibilitas diplomasi negaranya sendiri.

Keputusan sepihak ini muncul hanya berselang beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan pernyataan resmi yang mendukung penuh misi tersebut, menunjukkan adanya keretakan koordinasi yang fatal di tingkat atas pemerintahan.

Sikap plin-plan Trump ini mengundang kritik tajam karena misi yang baru seumur jagung itu dianggap tidak memiliki landasan strategis yang kuat dan jauh dari justifikasi awal keterlibatan militer Amerika di wilayah tersebut.

Penghentian mendadak ini semakin memperparah ketidakpastian di jalur pelayaran internasional dan membuktikan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat kini lebih didorong oleh sentimen pribadi presiden daripada perencanaan birokrasi yang matang.