BALIKPAPAN – Sebanyak 135 Raudhatul Athfal (RA) di Kalimantan Timur diproyeksikan menjadi pilar utama penguatan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dalam kegiatan Mainstreaming di Balikpapan guna menjamin pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh.
Namun, klaim potensi besar dari ratusan lembaga pendidikan ini perlu ditinjau ulang mengingat tantangan integrasi lintas sektoral yang seringkali hanya berhenti di tingkat koordinasi administratif tanpa eksekusi nyata di lapangan.
Pendekatan holistik yang mencakup gizi dan kesehatan mustahil tercapai jika RA masih dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan anggaran konkret serta ketersediaan tenaga ahli pendukung yang mumpuni di setiap institusi.
Efektivitas program ini tidak boleh hanya diukur dari jumlah partisipasi lembaga, melainkan dari sejauh mana perlindungan dan pemenuhan hak anak benar-benar terwujud merata hingga ke wilayah pelosok Kalimantan Timur.





