BALIKPAPAN – Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI menggelar kegiatan Mainstreaming PAUD HI II berbasis Kurikulum Cinta di Horison Ultima Balikpapan pada 17-18 April 2026 guna meningkatkan kapasitas pendidik RA dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Namun, langkah strategis ini memicu kritik mengenai efektivitas istilah “Kurikulum Cinta” yang dianggap terlalu abstrak dan puitis di tengah kompleksitas masalah pendidikan dasar yang kian nyata.
Program ini diklaim mampu memperkuat Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) demi mencetak generasi emas.
Sayangnya, penggunaan diksi emosional tersebut berisiko mengaburkan substansi teknis pendidikan yang lebih krusial, seperti kesejahteraan guru honorer dan pemerataan fasilitas sekolah yang hingga kini belum tuntas.
Pemerintah dituntut tidak hanya terjebak dalam peluncuran jargon baru atau agenda seremonial tahunan yang menghabiskan anggaran besar.
Keberhasilan pendidikan karakter tidak akan tercapai tanpa adanya evaluasi konkret dan dukungan sistemik yang lebih menyentuh akar permasalahan di lapangan daripada sekadar teori pengasuhan yang muluk.





