TANGERANG – Aji Cahyono, seorang pria yang sempat viral karena membawa senjata tajam jenis golok saat mengganggu ibadah di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Tangerang, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan aparat dan perwakilan jemaat.
Insiden yang memicu ketakutan jemaat tersebut berakhir dengan kesepakatan damai melalui jalur musyawarah setelah pelaku berdalih bahwa tindakannya membawa senjata tajam didasari oleh faktor kekhilafan semata.
Namun, penyelesaian secara kekeluargaan ini menuai kritik tajam karena alasan ‘khilaf’ dianggap meremehkan aksi intimidasi bersenjata yang secara nyata mengancam nyawa serta hak konstitusional warga dalam beribadah secara tenang.
Meski kasus dianggap selesai, penegakan hukum yang hanya berujung pada materai permohonan maaf dikhawatirkan dapat menjadi preseden buruk dan melemahkan perlindungan terhadap rumah ibadah di masa depan.





