SAN FRANCISCO – OpenAI secara resmi melancarkan serangan balik terhadap Apple di pengadilan San Francisco baru-baru ini guna menanggapi tuduhan pencurian rahasia dagang yang dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Perusahaan rintisan kecerdasan buatan tersebut dengan tegas menyatakan bahwa Apple telah gagal memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim eksploitasi informasi sensitif dalam pengembangan model AI mereka.
Langkah hukum yang agresif ini diambil sebagai respons atas tuduhan Apple yang dianggap hanya bertujuan untuk merusak reputasi OpenAI di tengah persaingan teknologi global yang kian memanas.
Dalam argumen pembelaannya, OpenAI menilai bahwa Apple sebenarnya sedang menciptakan kekacauan mereka sendiri akibat ketidaksanggupan perusahaan tersebut mengejar ketertinggalan inovasi di ranah AI generatif.
Tuduhan pencurian tersebut dipandang sebagai taktik intimidasi hukum yang sengaja dirancang untuk menutupi minimnya terobosan internal dari raksasa teknologi asal Cupertino itu.
Ketegangan ini semakin memperlihatkan bagaimana persaingan industri teknologi kini telah bergeser dari meja riset menuju pertarungan sengit di ruang sidang yang sangat melelahkan.
OpenAI kini mendesak pengadilan untuk segera menolak gugatan Apple tersebut karena dianggap hanya membuang waktu dan sekadar upaya menghambat momentum pertumbuhan kompetitor.





