MURUNG RAYA – Seorang bocah di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dilaporkan meninggal dunia akibat mengalami sesak napas parah di tengah kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat pada pekan ini.
Dinas Kesehatan setempat segera mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa kematian korban belum dapat dikaitkan secara langsung dengan paparan asap karhutla.
Pihak otoritas kesehatan berdalih bahwa investigasi mendalam masih diperlukan untuk memastikan penyebab medis di balik wafatnya anak tersebut.
Sikap defensif pemerintah ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang menilai negara lamban dalam mengakui dampak nyata bencana asap terhadap nyawa manusia.
Narasi penyangkalan ini dianggap sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab atas kegagalan mitigasi karhutla yang terus berulang dan mengancam kesehatan publik secara sistematis.
Padahal, lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut sudah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan warga.





