YERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengutuk serangan brutal yang dilakukan oleh sejumlah pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina di Desa Qusra, Tepi Barat, pada Sabtu (29/8), dan menyebut aksi kekerasan tersebut sebagai tindakan kriminal yang tidak dapat dibenarkan.
Meskipun Netanyahu melontarkan kecaman keras, pernyataan ini dipandang skeptis oleh banyak pihak yang menyoroti kontradiksi antara ucapan sang perdana menteri dengan kebijakan perluasan pemukiman ilegal yang terus berjalan di bawah pemerintahannya.
Kritikus menilai bahwa impunitas yang dinikmati para pemukim selama bertahun-tahun telah menciptakan iklim kekerasan yang sistematis, di mana warga sipil Palestina seringkali menjadi sasaran tanpa perlindungan hukum yang memadai dari aparat keamanan Israel.
Tanpa adanya penegakan hukum yang nyata dan penghentian kebijakan ekspansi lahan, kecaman diplomatik dari kantor Netanyahu ini dikhawatirkan hanya menjadi upaya pencitraan semata untuk meredam tekanan dunia internasional terhadap situasi yang kian memanas di wilayah pendudukan.



