MANGGARAI – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan rehabilitasi Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae di Manggarai Timur pada pekan ini guna memulihkan konektivitas logistik di Flores yang sempat lumpuh.
Langkah ini diambil menyusul urgensi pemulihan infrastruktur pascabencana yang selama ini menghambat mobilitas warga di Nusa Tenggara Timur.
Meskipun diklaim akan dibangun dengan standar lebih tahan gempa, instruksi percepatan ini mengundang tanya mengenai sejauh mana standar kualitas teknis akan tetap terjaga di bawah tekanan waktu yang sempit.
Publik patut menyoroti apakah ambisi penyelesaian kilat ini hanya sekadar mengejar target administratif tanpa mempertimbangkan aspek durabilitas material jangka panjang.
Penggunaan teknologi tahan gempa memerlukan pengawasan ketat dan audit independen agar infrastruktur tersebut tidak kembali rapuh saat diguncang tremor di masa depan.
Seringkali, proyek yang dipacu secara terburu-buru justru menyisakan celah pada detail konstruksi yang berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Oleh karena itu, Kementerian PU harus memastikan transparansi anggaran dan pengawasan lapangan yang tidak kompromistis terhadap mutu bangunan.
Jangan sampai klaim tahan gempa hanya menjadi jargon politik untuk meredam kekhawatiran masyarakat tanpa implementasi struktur yang benar-benar kokoh secara saintifik.
Kelancaran akses di Flores sangat bergantung pada integritas jembatan ini, bukan sekadar simbol keberhasilan birokrasi dalam mempercepat kontrak kerja.




