SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kini menghadapi ancaman krisis air bersih serius menyusul penyusutan drastis tinggi muka air di Bendungan Benanga yang telah mencapai level kritis 7,10 meter akibat puncak musim kemarau.
Penurunan debit air yang sangat tajam ini memaksa layanan distribusi air bersih di sejumlah kawasan kota terancam lumpuh total jika hujan di wilayah hulu tidak segera turun dalam kurun waktu 10 hingga 14 hari ke depan.
Kondisi ini mencerminkan lemahnya manajemen risiko dan ketahanan sumber daya air daerah yang selama ini seolah dibiarkan terlalu bergantung pada fluktuasi cuaca ekstrem tanpa solusi infrastruktur cadangan yang mumpuni.
Situasi menyusutnya air di mercu bendung ini harus dipandang sebagai alarm keras bagi otoritas terkait untuk segera mengambil langkah mitigasi darurat sebelum krisis air ini benar-benar memicu dampak sosial yang lebih luas bagi warga Samarinda.





