SAMARINDA – Sebanyak 18 pelajar tingkat SMP/MTs dari berbagai penjuru Kalimantan Timur mengikuti Lomba Kaligrafi Hiasan Mushaf 2026 di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Samarinda, pada Sabtu (5/9/2026) sebagai upaya formal dalam memupuk kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Meskipun dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, jumlah peserta yang sangat minim ini mengindikasikan kurangnya jangkauan sosialisasi serta lemahnya dukungan pembinaan seni islami di tingkat daerah.
Kegiatan tahunan ini berisiko menjadi sekadar seremoni belaka jika tidak dibarengi dengan strategi pengembangan bakat yang serius dan berkelanjutan bagi para siswa di luar durasi perlombaan.
Pemerintah daerah perlu mengevaluasi kembali efektivitas ajang kompetisi semacam ini agar benar-benar mampu melahirkan generasi pecinta Al-Qur’an yang kreatif, bukan sekadar memenuhi agenda rutin institusi.




