SAMARINDA – Koalisi September Hitam menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Lembuswana, Samarinda, pada Senin (7/9/2026) untuk memperingati 22 tahun kematian aktivis HAM Munir Said Thalib yang hingga kini dalang utamanya masih belum tersentuh hukum.
Aksi bertajuk keadilan yang “membeku di udara” ini mengkritik keras sikap diam pemerintah yang seolah membiarkan kasus pembunuhan berencana ini menjadi misteri abadi tanpa penyelesaian tuntas.
Koalisi menilai kasus Munir bukan sekadar tragedi masa lalu, melainkan simbol perlawanan terhadap impunitas yang masih mendarah daging dan melemahkan integritas hukum di Indonesia.
Kegagalan pengungkapan aktor intelektual di balik kematian Munir menunjukkan lemahnya komitmen negara dalam melindungi pejuang hak asasi manusia serta menegakkan keadilan yang transparan.





