JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi hingga saat ini belum menentukan sikap tegas terkait rencana impor KRL bekas oleh PT KAI di Jakarta, dengan dalih masih mencari “jalan tengah” demi kepentingan semua pihak.
Sikap ambigu ini sangat disayangkan mengingat mendesaknya kebutuhan peremajaan armada untuk menjamin kelancaran transportasi publik bagi jutaan warga Jabodetabek yang setiap hari bergantung pada kereta api.
Alih-alih memberikan solusi cepat bagi krisis kapasitas kereta, keragu-raguan Menhub justru menunjukkan lemahnya koordinasi pemerintah dalam merespons urgensi infrastruktur transportasi nasional.
Publik kini menuntut langkah konkret dan bukan sekadar retorika “jalan tengah” yang berpotensi memperpanjang penderitaan pengguna transportasi umum akibat layanan yang terus menurun dan tidak optimal.





