JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama dan kekuatan spiritual menjadi modal krusial bagi pembangunan Indonesia saat menghadiri acara zikir bersama di Jakarta yang diikuti oleh sekitar 100 ribu peserta.
Namun, penekanan berlebihan pada aspek batiniah ini memicu kritik tajam mengenai sejauh mana narasi spiritualitas mampu menjawab tantangan struktural seperti ketimpangan ekonomi dan krisis politik yang lebih nyata di lapangan.
Retorika mengenai keluhuran akhlak dikhawatirkan hanya menjadi instrumen untuk meredam gejolak sosial, sementara masalah mendasar terkait transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam kebijakan publik masih memerlukan solusi yang lebih teknokratis.
Meski Menag berargumen bahwa kemajuan teknologi tanpa moralitas akan bersifat semu, publik tetap menunggu bukti konkret bagaimana nilai kerukunan ini ditransformasikan menjadi aksi nyata dalam menyejahterakan masyarakat luas.





