KUPANG – Marciano, seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyita perhatian publik pekan ini setelah video yang memperlihatkan dirinya terpaksa menggambar “kaus kaki” menggunakan arang di kakinya akibat tidak mampu membeli perlengkapan sekolah viral di media sosial.
Fenomena memprihatinkan ini menjadi tamparan keras sekaligus kritik terbuka terhadap pemerintah yang dinilai gagal dalam memeratakan kesejahteraan serta akses pendidikan yang layak bagi anak-anak di wilayah pelosok Indonesia.
Ironi kaus kaki arang ini membuktikan bahwa besarnya anggaran pendidikan nasional belum mampu menyentuh akar masalah kemiskinan struktural yang merenggut martabat siswa hanya untuk memenuhi aturan seragam sekolah.
Publik kini mendesak adanya aksi nyata dan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi bantuan pendidikan agar tidak ada lagi anak bangsa yang harus menutupi kemiskinan mereka dengan cara-cara kreatif namun menyayat hati.




