KARANGASEM – I Wayan Sutama, pemilik Bengkel Mobil Autotama di Karangasem, Bali, akhirnya berhasil melakukan ekspansi bisnis hingga membuka cabang baru setelah sempat mengalami fase jatuh bangun yang panjang berkat intervensi program pembinaan dari Yayasan Astra.
Keberhasilan ini secara implisit menonjolkan potret buram mengenai minimnya dukungan pemerintah daerah sehingga pengusaha kecil harus bergantung pada pendampingan korporasi besar untuk sekadar merapikan manajemen dan bertahan hidup.
Meskipun transformasi Autotama terlihat impresif secara angka, fenomena ini memicu kritik mengenai sejauh mana UMKM lokal mampu berdikari tanpa harus berada di bawah bayang-bayang atau standar ketat perusahaan raksasa nasional.
Kisah Sutama menjadi bukti nyata bahwa tanpa akses pelatihan sistemik yang disediakan pihak swasta, para mekanik lokal di pelosok daerah akan terus terjebak dalam pola bisnis tradisional yang rentan tergilas persaingan pasar otomotif modern.





