PENAJAM PASER UTARA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Program INOVASI resmi memperkuat literasi pendidikan dasar di kawasan IKN guna meningkatkan pemahaman teks siswa pada Selasa (19/11).
Langkah strategis hasil kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia ini ditujukan untuk memastikan standar kualitas intelektual siswa di ibu kota baru selaras dengan kemajuan infrastruktur fisik yang masif.
Namun inisiatif ini memicu sorotan kritis terkait potensi eksklusivitas pendidikan yang hanya berpusat pada wilayah otoritas.
Pemerintah dituntut membuktikan bahwa penguatan literasi ini bukan sekadar proyek percontohan yang elitis, melainkan harus mampu menjawab tantangan kesenjangan kualitas guru antara IKN dengan sekolah-sekolah di wilayah penyangga Kalimantan Timur.
Keberhasilan program ini akan diuji dari sejauh mana peningkatan kompetensi siswa terjadi di lapangan, bukan sekadar angka-angka dalam laporan administratif.
Urgensi keberlanjutan juga menjadi catatan penting agar ketergantungan pada program kemitraan internasional seperti INOVASI tidak membuat sistem pendidikan lokal kehilangan kemandirian.
OIKN dan Kemendikdasmen harus memastikan bahwa pendampingan guru dilakukan secara konsisten agar literasi dasar benar-benar menjadi fondasi berpikir kritis bagi generasi masa depan di Nusantara.
Tanpa evaluasi ketat, penguatan literasi ini berisiko terjebak pada seremonial birokrasi di tengah megahnya pembangunan gedung-gedung pemerintahan.




