PALANGKA RAYA – Puluhan warga Palangka Raya terpaksa mengantre panjang demi mendapatkan elpiji bersubsidi dalam operasi pasar yang digelar di tengah carut-marut distribusi energi saat ini.
Pemandangan ini menjadi potret ironis di mana rakyat kecil harus mengorbankan waktu dan tenaga hanya untuk mengakses hak subsidi yang diklaim pemerintah telah tersalurkan dengan baik.
Kebergantungan pada operasi pasar menunjukkan bahwa mekanisme pasar reguler gagal menjamin ketersediaan stok, sehingga subsidi energi justru terasa seperti beban tambahan bagi masyarakat.
Kebijakan ini dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar permasalahan distribusi energi yang kerap timpang di tingkat daerah.





