WAINGAPU – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan operasional kawasan budi daya udang terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mampu menghasilkan 52.800 ton udang per tahun senilai Rp4 triliun dengan target penyerapan 7.000 tenaga kerja demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Angka proyeksi yang sangat tinggi ini memunculkan kekhawatiran mengenai realisasi nyata di lapangan, mengingat tantangan infrastruktur dan ketersediaan tenaga kerja ahli di wilayah Sumba Timur masih sering menjadi hambatan utama proyek strategis nasional.
Pemerintah dituntut membuktikan bahwa janji penyerapan ribuan pekerja ini bukan sekadar retorika ekonomi untuk memuluskan proyek, melainkan komitmen konkret yang memperhatikan kesiapan warga lokal tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan pesisir.
Selain itu, nilai produksi fantastis sebesar Rp4 triliun tersebut perlu diawasi ketat agar distribusinya benar-benar berdampak signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bukan hanya menguntungkan segelintir korporasi besar yang terlibat dalam rantai pasok industri tersebut.





