10 Tahun Gianni Infantino di FIFA: Antara Ekspansi dan Kontroversi

Presiden FIFA Gianni Infantino dalam sebuah konferensi pers yang menuai kritik publik terkait kebijakan dan kedekatan politiknya. (Foto: RSS)

ZURICH – Presiden FIFA Gianni Infantino kini menghadapi sorotan tajam setelah genap sepuluh tahun memimpin badan sepak bola dunia di Zurich melalui kebijakan ekspansif yang memicu kontroversi global.

Kepemimpinannya dinilai lebih mengutamakan keuntungan komersial dan aliansi politik daripada integritas murni olahraga, terutama sejak penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia yang sarat masalah.

Pelaksanaan turnamen di Qatar tersebut menyisakan kritik pedas terkait isu hak asasi manusia yang seolah terabaikan oleh retorika pembelaan Infantino di hadapan media internasional.

Kini kedekatannya dengan tokoh politik seperti Donald Trump semakin memperkuat persepsi bahwa FIFA di bawah kendalinya telah berubah menjadi alat lobi kekuasaan daripada penjaga marwah sepak bola dunia.