JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memberikan sinyal kuat mengenai rencana Presiden Joko Widodo untuk resmi bergabung dan mengenakan jaket partai tersebut di Jakarta baru-baru ini.
Langkah politis yang terkesan mendadak ini disebut tengah mengalami proses percepatan internal agar seremoni peresmian dapat segera terlaksana sebelum transisi kepemimpinan nasional dilakukan.
Manuver ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena dianggap sebagai upaya pragmatis PSI untuk tetap relevan di panggung politik dengan mengeksploitasi figuritas Jokowi secara berlebihan.
Kritikus menilai bahwa ketergantungan pada sosok individu dibandingkan penguatan ideologi partai menunjukkan rapuhnya kemandirian PSI sebagai organisasi politik yang sehat.
Selain itu, percepatan proses ini memicu kecurigaan publik mengenai adanya kepentingan pengamanan pengaruh politik melalui instrumen partai yang kini dipimpin oleh putra bungsu Jokowi sendiri.
Hingga saat ini, transparansi mengenai apa yang sebenarnya sedang dipersiapkan di internal partai masih menjadi teka-teki yang patut dipertanyakan urgensinya bagi kepentingan rakyat luas.




